Sejarah Desa

Ringkasan Sejarah Desa Cinangsi

 

Desa Cinangsi berdiri pada tahun 1920 dan dipimpin pertama kali oleh Uyut Marti (1920–1937). Setelah itu, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh beberapa kepala desa yang berperan dalam menjaga stabilitas, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pada masa Juhadinata (1938–1959), masyarakat Desa Cinangsi ikut berjuang melawan penjajahan Belanda dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, Atmadinata (1959–1963) berfokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan menjaga ketertiban wilayah desa.

Periode berikutnya diisi oleh beberapa pejabat sementara (PJS/PLH) seperti Idris, Umar, dan Sobali. Pada masa Sobali (1965–1969), Desa Cinangsi berhasil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah situasi krisis politik akibat pemberontakan PKI.

Pada masa Rosid (1969–1977), pembangunan desa mulai diarahkan lebih terstruktur, terutama dalam peningkatan pelayanan administrasi dan pengarsipan data desa. Kemudian H. Mukhsin (1977–1985) memanfaatkan program swasembada beras nasional untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui bantuan bibit unggul, pupuk, dan perlengkapan pertanian.

Masa kepemimpinan B. Hajani (1989–1997) ditandai dengan pembangunan sarana dan prasarana desa, termasuk pemanfaatan Danau Cinangsi sebagai sumber irigasi sawah. Setelah itu, beberapa kepala desa berikutnya lebih banyak melanjutkan pembangunan yang telah dirintis sebelumnya, terutama di bidang pelayanan masyarakat, administrasi desa, dan pembangunan infrastruktur.

Pada masa H. E. Rukandi (2001–2006), pembangunan irigasi pertanian dan bantuan permodalan masyarakat menjadi fokus utama. Selanjutnya, C. Irma Marantika, S.Sos (2010–2015) berhasil meningkatkan administrasi pemerintahan desa, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, serta memanfaatkan program PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Generasi Sehat dan Cerdas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejak tahun 2015 hingga sekarang, Desa Cinangsi dipimpin oleh Ir. Yanto Agustian. Pada masa kepemimpinannya, pembangunan desa lebih difokuskan pada peningkatan pelayanan masyarakat, pembangunan rumah bagi warga kurang mampu, pembangunan dan perbaikan jalan desa, serta berbagai program kesejahteraan masyarakat yang didukung dana desa dari pemerintah pusat.